Konsep ALAKE Selaras dengan Visi Pontianak

- Editor

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 06:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SELARAS – Kabid PPE Bapperida Pontianak, Imansyah menyampaikan sambutan Wali Kota dalam FGD Kesepahaman Penerapan Skema ALAKE yang digelar JARI Indonesia Borneo Barat di Hotel Orchardz Perdana, kemarin.

TANJUNGPURA.ID (PONTIANAK)  – Konsep Alokasi Anggaran Kelurahan Berbasis Ekologis (ALAKE) selaras dengan visi Pontianak menjadi kota yang berwawasan lingkungan yang humanis. Skema ini didesain untuk memastikan setiap alokasi anggaran kelurahan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menekankan prinsip ekologis berkelanjutan.

“Inilah yang membuat konsep ALAKE sejalan dengan visi pembangunan Kota Pontianak,” kata Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan BAPPERIDA, Imansyah dalam FGD Kesepahaman Penerapan Skema Alokasi Anggaran Kelurahan Berbasis Ekologi di Kota Pontianak yang digelar JARI Indonesia Borneo Barat, Kamis (28/8/2025).

Menurutnya, penerapan ALAKE berkaitan erat dengan Visi RPJMD 2025–2029 Kota Pontianak, yakni Maju, Sejahtera, Berwawasan Lingkungan yang Humanis. Skema ini juga menguatkan misi pembangunan, mulai dari peningkatan kualitas SDM, tata kelola pemerintahan yang adaptif, pembangunan kota berkelanjutan, hingga pengembangan ekonomi kreatif ramah lingkungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“ALAKE bukan hanya kebijakan anggaran, tetapi gerakan kolektif menuju Pontianak yang hijau, tangguh, dan berdaya saing,” tambah Imansyah.

Baca Juga :  Hakikat Shilaturrahmi

Imansyah menuturkan, kompleksitas permasalahan kota seperti genangan akibat kombinasi curah hujan tinggi dan pasang air laut, peningkatan volume sampah, hingga potensi kebakaran lahan gambut saat musim kemarau, menuntut adanya pendekatan baru dalam tata kelola pembangunan.

“Kelurahan sebagai unit pemerintahan terdepan pasti yang paling terdampak sekaligus paling strategis dalam menghadapi persoalan lingkungan. Karena itu, ALAKE hadir untuk memperkuat kapasitas kelurahan dalam menjawab tantangan tersebut,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Imansyah juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Singkawang yang telah lebih dahulu mengadopsi skema ALAKE. Menurutnya, berbagi praktik baik antar daerah menjadi bagian penting dalam memperkuat inovasi pembangunan.

“Kami percaya kolaborasi dan berbagi pengalaman adalah kunci percepatan pembangunan yang lebih berkelanjutan. Melalui ALAKE, kita berharap kelurahan-kelurahan dapat mengembangkan program penghijauan, pengelolaan sampah, hingga gerakan ekonomi kreatif ramah lingkungan,” tutupnya.

Direktur Eksekutif JARI Indonesia Borneo Barat, Hendy Erwindy menyampaikan ALAKE memberikan peluang bagi kelurahan untuk mendapatkan anggaran berdasarkan capaian indikator seperti pengurangan sampah, peningkatan tutupan hijau, penguatan ketangguhan terhadap bencana, serta partisipasi masyarakat dalam kegiatan pelestarian lingkungan.

“Penyusunan indikator ALAKE akan melibatkan perangkat daerah terkait, serta harus diselaraskan dengan prioritas daerah sebagaimana tertuang dalam dokumen RPD atau RPJMD,” kata Hendy.

Baca Juga :  Polres Sambas Musnahkan Barang Bukti Narkotika, Tegaskan Komitmen Perang Melawan Narkoba

Skema ini memiliki dasar hukum yang kuat, antara lain UU No. 23 Tahun 2014, Permendagri No. 130 Tahun 2018, dan PMK No. 8 Tahun 2020. Pembelajaran dari berbagai kota yang telah mengembangkan skema serupa seperti Dumai, Pare-Pare, Palu dan Singkawang menunjukkan bahwa pendekatan berbasis ekologi di tingkat kelurahan dapat mendorong perubahan nyata dalam tata kelola lingkungan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk membangun pemahaman bersama lintas pemangku kepentingan terkait konsep dan mekanisme ALAKE, mendiskusikan indikator yang relevan dengan konteks Pontianak, serta merumuskan langkah awal untuk mendorong implementasinya,” katanya.

Agenda tersebut juga menjadi sarana pembelajaran dari praktik baik daerah lain serta mendorong kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sipil dalam merancang sistem penganggaran yang berpihak pada kelestarian lingkungan dan keadilan ekologis.

Berita Terkait

DFSK Jadi Sponsor Teknis ICF Canoe Sprint and Paracanoe World Championships 2025: Dukung Kompetisi Global Lewat Pengalaman Berkendara Mobil Pintar
Satgas Korpasgat Pastikan Keamanan Bandara Douw Aturure, Kawal Keberangkatan Gubernur Papua Tengah
Bupati Sujiwo: Jangan Prematur Menyimpulkan Proyek Jalan Mega Timur Asal-asalan
Fun Run dan Fun Walk Kubu Raya Dihadirkan Puluhan Ribu Peserta, Doorprize Spektakuler Jadi Rebutan
Bupati Sujiwo Minta Maaf Atas Kemacetan & Kekurangan Kupon Saat Jalan Sehat Gebyar HUT RI
Bupati Sujiwo dan Kepala Disporapar Kubu Raya Sampaikan Permohonan Maaf
Wakil Bupati Sukiryanto Lepas Ribuan Peserta Fun Walk HUT RI ke-80
Bupati Romi Lantik Erwin Sudrajat sebagai Sekda Kayong Utara

Berita Terkait

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 13:21 WIB

DFSK Jadi Sponsor Teknis ICF Canoe Sprint and Paracanoe World Championships 2025: Dukung Kompetisi Global Lewat Pengalaman Berkendara Mobil Pintar

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 12:14 WIB

Satgas Korpasgat Pastikan Keamanan Bandara Douw Aturure, Kawal Keberangkatan Gubernur Papua Tengah

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 10:17 WIB

Bupati Sujiwo: Jangan Prematur Menyimpulkan Proyek Jalan Mega Timur Asal-asalan

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 08:33 WIB

Fun Run dan Fun Walk Kubu Raya Dihadirkan Puluhan Ribu Peserta, Doorprize Spektakuler Jadi Rebutan

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 08:27 WIB

Bupati Sujiwo Minta Maaf Atas Kemacetan & Kekurangan Kupon Saat Jalan Sehat Gebyar HUT RI

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 08:21 WIB

Wakil Bupati Sukiryanto Lepas Ribuan Peserta Fun Walk HUT RI ke-80

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 08:18 WIB

Bupati Romi Lantik Erwin Sudrajat sebagai Sekda Kayong Utara

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Rokidi Launching QRIS Dinamis Di HUT RI KE 80 Di Kubu Raya

Berita Terbaru