Kembali Dipentaskan, ‘Bunga Penutup Abad’ Hadir Dengan Naskah Segar Dan Panggung Putar

- Editor

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 05:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANJUNGPURA.ID (JAKARTA)  – Pementasan teater ‘Bunga Penutup Abad’ akan menyapa pecinta sastra dan teater tanah air pada 29, 30, dan 31 Agustus 2025 di Ciputra Artpreneur, Jakarta. Pementasan teater produksi Titimangsa yang dipersembahkan oleh Bakti Budaya Djarum Foundation ini menjadi bagian dari rangkaian program satu tahun peringatan Seabad Pram yang diprakarsai oleh Pramoedya Ananta Toer Foundation.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa karya-karya Pram tidak hanya abadi, tetapi juga terus relevan dalam konteks kebangsaan dan kemanusiaan hari ini. (29/8/2025).

“Pentas Bunga Penutup Abad ini kami hadirkan kembali karena kisah Nyai Ontosoroh, Minke, dan Annelies selalu memberi inspirasi dan refleksi bagi kita semua. Pementasan kali ini menjadi reuni yang menyenangkan dengan pihak-pihak yang pernah bekerja sama sebelumnya, sekaligus pertemuan dengan pihak-pihak yang baru kali ini terlibat. Saya terharu melihat banyak sekali pihak-pihak yang memberikan hati dan tenaganya untuk kerja-kerja kesenian. Ekosistem seni pertunjukan semakin bertumbuh, pihak swasta dan pemerintahan bersanding bersama, menunjukkan bahwa kebudayaan menjadi kekuatan kita. Budaya adalah sebuah jalan perjuangan untuk kita menjadi manusia yang manusiakan diri,” ujar Happy Salma sebagai Produser dalam pementasan ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pementasan teater Bunga Penutup Abad sebagai produksi ke-88 Titimangsa ini merupakan alih wahana dari dua buku pertama Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer, yaitu Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa. Pementasan tahun ini menjadi pementasan Bunga Penutup Abad keempat setelah sukses diselenggarakan pada 2016, 2017 dan 2018.

“Kami percaya bahwa seni memiliki kekuatan untuk menginspirasi, menyentuh hati, dan menjembatani generasi dalam mengenal kekayaan budaya bangsa. Menjadi bagian dari pementasan Bunga Penutup Abad sejak awal hingga saat ini merupakan salah satu wujud komitmen kami untuk menghadirkan seni pertunjukan yang bermutu dan membumi. Kami bangga menjadi bagian dari perjalanan ini, dan berharap teater Indonesia terus bertumbuh menjadi tuan rumah yang sejati di negeri sendiri,” ujar Renitasari AdrianProgram Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Baca Juga :  Sambut Global Village 2.0, AIESEC in USU Berkolaborasi Dengan SMA Negeri 5 Medan

Pementasan teater Bunga Penutup Abad tahun ini hadir dengan berbagai kebaruan untuk memberikan kesegaran baru bagi penonton. Dari segi naskah, cerita mengalami sedikit penyesuaian dan dipadatkan sehingga penonton akan mendapatkan sajian karya yang terasa segar. Skenografi panggung juga mengalami perkembangan yang lebih baik.

Panggung akan menggunakan panggung putar yang belum pernah diaplikasikan pada tiga pementasan sebelumnya. Konsep ini memungkinkan perpindahan adegan yang lebih dinamis, menciptakan pengalaman menonton yang lebih imersif.

“Ketika kembali dipercaya untuk menyutradarai Bunga Penutup Abad, saya ingin memberikan pembaruan dengan tetap mempertahankan nilai-nilai dan semangat perjuangan yang hadir pada karya-karya Pram. Kami memperkuat struktur dramatik, terutama perkembangan psikologis Annelies, sehingga cerita ini tidak hanya relevan untuk generasi muda, tetapi juga segar bagi mereka yang sudah pernah menonton sebelumnya,” ujar Wawan Sofwan, Sutradara Bunga Penutup Abad.

Bunga Penutup Abad berkisah mengenai kehidupan Nyai Ontosoroh dan Minke setelah kepergian Annelies ke Belanda. Nyai Ontosoroh yang khawatir mengenai keadaan Annelies, mengutus seorang pegawainya untuk menemani ke mana pun Annelies pergi, bernama Robert Jan Dapperste atau Panji Darman. Kehidupan Annelies sejak berangkat dari Pelabuhan Surabaya dikabarkan oleh Panji Darman melalui surat-suratnya yang dikirimkan kepada Minke dan Nyai Ontosoroh.

Minke selalu membacakan surat-surat itu pada Nyai Ontosoroh. Surat demi surat membuka sebuah pintu nostalgia antara mereka bertiga. Seperti ketika pertama kali Minke berkenalan dengan Annelies dan Nyai Ontosoroh, bagaimana Nyai Ontosoroh digugat oleh anak tirinya sampai akhirnya Annelies harus dibawa pergi ke Belanda berdasarkan keputusan pengadilan putih Hindia Belanda. Terpisah jarak dengan Annelies, Minke dan Nyai Ontosoroh menemukan arti dari perlawanan yang sebaik-baiknya dan sehormat-hormatnya.

Baca Juga :  Omdia, Layar TV Ukuran Besar Akan Mendorong Peningkatan Permintaan Area Layar

Karakter-karakter Bunga Penutup Abad akan diperankan oleh Happy Salma sebagai Nyai Ontosoroh, serta menampilkan aktor-aktor terbaik Indonesia, yaitu Reza Rahadian sebagai Minke, Chelsea Islan sebagai Annelies, Andrew Trigg sebagai Jean Marais, dan Sajani Arifin sebagai May Marais.

“Semoga pertunjukan-pertunjukan alih wahana dari karya sastra terus menjadi pilihan untuk mengenal karakter kita dalam kebangsaan, menghargai dan mencintai bahasa yang indah serta simbol-simbol dan metafora yang disampaikan melalui karya sastra dan teater. Semangat terus untuk seni pertunjukan tanah air,” tutup Happy Salma.

Pementasan ini juga terselenggara berkat dukungan dari  Ciputra Artpreneur, PT Pertamina (Persero), Pramoedya Ananta Toer Foundation, BCA, DSS, Jeeves Indonesia, The Dharmawangsa, Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Antangin, Hotel Raffles, POLA, NIPPO, Date Crown, dan Teh Botol Sosro. Apresiasi tinggi juga diberikan kepada para media partner yang menjadi jembatan untuk menyebarkan informasi pementasan ini kepada masyarakat, antara lain: detikPop Part of detikcom, Harper’s Bazaar Indonesia, Her World Indonesia, Cosmopolitan Indonesia, Radio The Rockin’ Life Jakarta (87.6 FM), Iswara Jakarta (101.4 FM), Femina, Medcom.id, Beritasatu, Beritasatu.com, BTV, Kumparan, Kompas.com, Elle Indonesia Magazine, Dewi Magazine, Kapanlagi.com, Liputan6.com, Fimela.com, Nyata Media, Akurat.co, Tangsel Life, Info Tangerang, Tatler Indonesia, Katadata, Tempo.co, Cantika.com, dan Exquisite Media.

Berita Terkait

Bupati Sujiwo: Jangan Prematur Menyimpulkan Proyek Jalan Mega Timur Asal-asalan
Fun Run dan Fun Walk Kubu Raya Dihadirkan Puluhan Ribu Peserta, Doorprize Spektakuler Jadi Rebutan
Bupati Sujiwo Minta Maaf Atas Kemacetan & Kekurangan Kupon Saat Jalan Sehat Gebyar HUT RI
Bupati Sujiwo dan Kepala Disporapar Kubu Raya Sampaikan Permohonan Maaf
Wakil Bupati Sukiryanto Lepas Ribuan Peserta Fun Walk HUT RI ke-80
Bupati Romi Lantik Erwin Sudrajat sebagai Sekda Kayong Utara
Rokidi Launching QRIS Dinamis Di HUT RI KE 80 Di Kubu Raya
Bupati Sujiwo Mohon Maaf Karena Hal Ini

Berita Terkait

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 10:17 WIB

Bupati Sujiwo: Jangan Prematur Menyimpulkan Proyek Jalan Mega Timur Asal-asalan

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 08:33 WIB

Fun Run dan Fun Walk Kubu Raya Dihadirkan Puluhan Ribu Peserta, Doorprize Spektakuler Jadi Rebutan

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 08:27 WIB

Bupati Sujiwo Minta Maaf Atas Kemacetan & Kekurangan Kupon Saat Jalan Sehat Gebyar HUT RI

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 08:25 WIB

Bupati Sujiwo dan Kepala Disporapar Kubu Raya Sampaikan Permohonan Maaf

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 08:21 WIB

Wakil Bupati Sukiryanto Lepas Ribuan Peserta Fun Walk HUT RI ke-80

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Rokidi Launching QRIS Dinamis Di HUT RI KE 80 Di Kubu Raya

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 08:14 WIB

Bupati Sujiwo Mohon Maaf Karena Hal Ini

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 08:11 WIB

Sujiwo: Pembangunan Kubu Raya Tak Akan Bebani Masyarakat

Berita Terbaru