Respon Tak Nyambung Paslon Nomor Urut 2 Soal Hilirisasi dan Industri

- Editor

Kamis, 24 Oktober 2024 - 17:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar nomor urut 1, Sutarmidji dan Didi Haryono saat menjalani debat publik perdana Pilgub Kalbar 2024 (Foto: Tim Media Midji-Didi)

Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar nomor urut 1, Sutarmidji dan Didi Haryono saat menjalani debat publik perdana Pilgub Kalbar 2024 (Foto: Tim Media Midji-Didi)

TANJUNGPURA.ID (KUBU RAYA) – Calon Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) nomor urut 1, Sutarmidji menjawab secara gamblang pertanyaan panelis soal kewenangan terbatas yang dimiliki pemerintah provinsi (pemprov), dan langkah konkret apa yang harus diambil untuk mendorong kerjasama dengan pemerintah pusat, dan sektor swasta dalam upaya hilirisasi, serta pengembangan industri di Kalbar.

Pertanyaan tersebut diterima Sutarmidji pada segmen dua, debat publik pertama calon gubernur dan wakil gubernur (wagub) Kalbar yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalbar di Qubu Resort, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (23/10) malam.

Dalam dua menit waktu yang diberikan, Midji-sapaan karibnya menerangkan untuk mendukung upaya hilirisasi, serta pengembangan industri di Kalbar yang pertama harus dilakukan adalah mempermudah perizinan. Kemudian menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik. “Karena ketika SDM tidak mumpuni maka para investor akan berpikir untuk berinvestasi di suatu daerah,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya yang juga tak kalah penting, dikatakan Midji, status desa yang ada harus benar-benar diperhatikan. Karena Sumber Daya Alam (SDA) yang menjadi objek hilirisasi tentu berada di desa-desa. “Kalau status desanya masih sangat tertinggal, desa tertinggal, ini juga menjadi pertimbangan para investor (untuk masuk), sehingga desa-desa itu harus menjadi desa mandiri,” katanya.

Sebab lanjut dia, ketika desa sudah mandiri, maka di dalamnya sudah ada SDM yang baik, serta sarana prasarana yang memadai untuk menunjang investasi. Sesuai indikator-indikator kemandirian desa dari Indeks Desa Membangun (IDM). “Kita juga mendorong agar proses perizinan antara pusat dengan daerah betul-betul liner, jangan sampai dimudahkan di provinsi, di pusatnya sulit, dan lama.

Baca Juga :  Bupati Kubu Raya H. Sujiwo Prihatin atas Kasus Anak Bacok Ayah Kandung

Seperti pengajuan WPR (Wilayah Pertambangan Rakyat) yang sudah kita lakukan ke Kementerian ESDM, itu urusannya bertahun-tahun baru keluar. Itu yang harus diperhatikan, supaya investasi mudah masuk di Kalbar,” ujarnya.

Jawaban Sutarmidji itu kemudian direspon oleh calon gubernur nomor urut 2, Ria Norsan yang mendapat waktu satu menit. Di luar konteks pertanyaan panelis soal hilirisasi, dan industri, Ria Norsan malah fokus merespon terkait WPR. Ia mengatakan kewenangan WPR memang ada di pemerintah pusat namun pemerintah daerah tidak boleh membiarkan begitu saja.

“Kita tidak boleh membiarkan penambang-penambang liar itu tidak ada solusinya, kenapa kita hadir sebagai gubernur, dan wakil gubernur adalah solusi untuk rakyat kita sendiri,” ucapnya.

Norsan menegaskan ke depan meski WPR menjadi kebijakan pusat, dirinya akan tetap mengupayakan untuk masyarakat mendapat kemudahan dalam mendapat izinnya.

“Supaya penambang liar ini terlindungi, dan juga dapat memberikan PAD (Pendapatan Asli Daerah) kepada daerah kita,” katanya.

Di waktu yang tersisa calon wagub nomor urut 2, Krisantus Kurniawan turut menambahkan respon terhadap jawaban calon gubernur nomor urut 1. Bukannya merespon soal upaya hilirisasi, serta pengembangan industri, Krisantus juga justru kembali membahas soal WPR. Ia menyebutkan secara jelas bahwa per hari produksi emas dari tambang-tambang tradisional se-Kalbar mencapai sekitar 500 kilogram.

Baca Juga :  Pernyataan Penutup Debat Publik Perdana, Midji Sindir Soal Wagub Latar Belakang Kontraktor yang Ingin Ambil Urusan PU

“Nah ini apabila dikelola dengan baik tentu akan menambah Pendapatan Asli Daerah kita, dan selanjutnya untuk membangun Kalbar,” tegasnya.

Setelah paslon nomor 2, giliran paslon nomor 3 yang mendapat kesempatan merespon jawaban calon gubernur nomor urut 1. Sesuai konteks, calon gubernur nomor urut 3, Muda Mahendrawan mengatakan berkaitan dengan hilirisasi industri, tentu harus selalu melihat pada keseimbangan.

“Karena Kalbar yang kawasan hutannya delapan juta (hektare), dan juga area penggunaan lainnya enam juta (hektare) ini juga memang hal-hal tertentu selalu harus diharmonisasikan,” terangnya.

Maka dalam, upaya hilirisasi, serta pengembangan industri di Kalbar, Muda menjelaskan pemerintah harus melibatkan semua pihak. Termasuk akademisi dari kampus-kampus, serta masyarakat sipil.

“Juga terkait dengan ini saya merespon bahwasanya pelibatan-pelibatan desa dalam tata ruang desa tadi mungkin tidak disinggung oleh paslon nomor satu, terima kasih,” tutupnya.

Berita Terkait

Kubu Raya Menguat, Bahtiar Resmi Pimpin PAN 2025–2029
Bapas I Semarang Siap Wujudkan Registrasi Klien yang Akurat dan Terstandar Nasional
UNIQLO Rayakan 30 Tahun Tamagotchi dengan Koleksi UT Nostalgia dan Mainan Tamagotchi
Bupati Kubu Raya Pimpin Upacara HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025
Bapas Kelas I Semarang Berikan Pembekalan untuk 44 Peserta Magang
UNIQLO Rilis UTme! Pokémon Fall/Winter 2025 dengan Seri Pokémon City Badges
Agenda Rutin FPK Kalbar, Ziarah Mandor Akan Dilanjutkan dengan Aksi Sosial Bersih-Bersih Situs Sejarah
Wujudkan Industri Baru: Fast Retailing Naikkan Target Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca dalam Rantai Pasokan

Berita Terkait

Sabtu, 29 November 2025 - 18:49 WIB

Kubu Raya Menguat, Bahtiar Resmi Pimpin PAN 2025–2029

Kamis, 27 November 2025 - 05:43 WIB

Bapas I Semarang Siap Wujudkan Registrasi Klien yang Akurat dan Terstandar Nasional

Rabu, 26 November 2025 - 11:52 WIB

UNIQLO Rayakan 30 Tahun Tamagotchi dengan Koleksi UT Nostalgia dan Mainan Tamagotchi

Selasa, 25 November 2025 - 18:09 WIB

Bupati Kubu Raya Pimpin Upacara HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025

Senin, 24 November 2025 - 19:05 WIB

Bapas Kelas I Semarang Berikan Pembekalan untuk 44 Peserta Magang

Senin, 24 November 2025 - 06:40 WIB

Agenda Rutin FPK Kalbar, Ziarah Mandor Akan Dilanjutkan dengan Aksi Sosial Bersih-Bersih Situs Sejarah

Minggu, 23 November 2025 - 19:40 WIB

Wujudkan Industri Baru: Fast Retailing Naikkan Target Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca dalam Rantai Pasokan

Kamis, 20 November 2025 - 19:19 WIB

Perluas Layanan, Bapas Semarang Siapkan Pos Bapas di Kabupaten Demak

Berita Terbaru

Daerah

Kubu Raya Menguat, Bahtiar Resmi Pimpin PAN 2025–2029

Sabtu, 29 Nov 2025 - 18:49 WIB